salah satu penyebab distorsi sejarah bertahan adalah untuk menjaga ketahanan negara

makanya sejarah berada di bawah naungan TNI

jika indonesia mengetahui kebenaran sejarah. maka, habislah dunia serta berbondong-bondonglah manusia mendukung datangnya peradaban islam

mengapa ada islamic worldview saat ini? padahal dahulu tidak ada hal itu

salah satunya, karena western worldview terlalu lama mendominasi dunia. sehingga sebuah sistem baru pun dibentuk agar masyarakat semakin memahami konsep terbaik yang dimiliki islam dan generasi intelektual muslim

#diskussenja

View on Path

Iklan

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” ( Al-Anfaal: 63)
#anroju #rohissmk7 #mentoring #mabit

View on Path

Semua agama itu sama, Benarkah?

 

 

Sekolah sejarah dan peradaban islam resmi dimulai, sabtu 29 Oktober 2016 kemarin. Kegiatan yang berlangsung hingga bulan Desember ini bertujuan untuk menyajikan sejarah secara orisinalitas dan fakta berdasarkan worldview islam.

Dimulai dengan tema sejarah awal mula Yahudi dan Nasrani oleh Ustadz Haikal Hassan. Beliau menyampaikan secara tegas siapa sebenarnya biang keladi dari distorsi sejarah islam. Menelisik pemahaman bahwa semua agama sama yang biasa dikenal sebagai agama  Abrahamic dengan menyamaratakan agama yang berlandaskan Tuhan. Islam, Yahudi, Nasrani dianggap memiliki kesamaan. Kaum orientallis menganggap bahwa Yahudi sebagai pionir hadirnya agama yang dimulai oleh ajaran Abraham yang diyakini berasal dari Ibrahim  sebagai pilar agama Yahudi. Yahudi menjadikan Musa sebagai tonggak dalam menjalankan iman. Lalu Isa dijadikan oleh Nasrani sebagai panutan bagi pengikut Nasrani. Hingga belakangan Islam datang dengan Muhammad sebagai rasul untuk melengkapi dan menyempurnakan keyakinan dan kepercayaan masa lalu.

Bahkan hal itu sudah masuk ke dalam kurikulum dalam pelajaran agama anak sekolah. Bahwa kitab taurat milik agama yahudi, kitab injil milik agama nasrani, dan al-quran millik agama islam. Penyelewengan ini pun akhirnya tersampaikan bahwa islam menyempurnakan agama lain. Sehingga seakan, islam datang belakangan dibanding agama lainnya.

Namun, kallimat tersebutlah yang menjadi ujung tombak distorsi sejarah nilai tauhid. Dan hal inilah yang mejadi bahan pembiasan makna asas islam. Seperti termaktub dalam surat Al-Hajj ayat 78  “….(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu,…” Disini telah disampaikan, bahwa agama Ibrahim sejak awal adalah muslim, karena mengEsa-kan Allah yang satu. Bukan agama yang lahir belakangan, saat munculnya nabi Muhammad. Islam telah ada, sejak diciptakannya manusia. Islam adalah yang pertama dan satu-satunya.

Jika melihat dari kronologis waktu, Nabi Ibrahim memanglah imam (pemimpin) dari banyak nabi, sebagaimana diungkapkan dalam surat Al-Baqarah ayat 124 “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. Hal ini merupakan keputusan Allah. Dan hal ini di akui oleh orang Yahudi dan nasrani sebagai bapak dari agama tersebut.

Dari siti sarah, ibrahim melahirkan ishaq. Dan dari siti hajar, ibrahim melahirkan ismail. Dari ishaq, maka lahirlah bangsa/suku yahudi. Sedangkandari keturunan ismail, lahirlah bangsa/suku arab. Namun, berbeda dengan apa yang di doktrin oleh kaum orientais selama ini. yang menganggap bahwa ajaran dari keturunan ishaq, berujung pada nabi musa sebagai penerima wahyu taurat sehingga disebut sebagai agama yahudi. Sedangkan nabi Isa sebagai penerima wahyu berupa injil disebut sebagai agama nasrani. Pada kenyataannya, ajaran nabi ibrahim dan keturunannya (ismail dan ishaq) jelas terbukti bahwa mengajarkan tauhid, hanya menyembah kepada Allah, Tuhan yang satu. Dalam surat Al-baqarah ayat 132 telah dibuktikan “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Sehingga, pembiasan makna sangat terlihat, bahwa selama ini Islam hanya dianggap sebagai agama baru yang dilahirkan oleh nabi Muhammad.

Karena sesungguhnya, Islam merupakan agama yang telah lama ada, dan baru dimunculkan kembali di saat Muhammad SAW hadir dan menerima wahyu di tengah ummat. Ajarannya merupakan agama yang juga telah dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Yang mengEsa-kan Allah. Inilah esensi dari Tauhid yang sesunggguhnya.

Iradah Dwi Putriani

Anti sudah hafal 30 juz ya?

Hening sambil senyum.

Anti di pesantren ada bahasa arabnya juga ya.

Hening sambil senyum.

*aduhai ini orang tawadhu sangat*

Kenapa gak ke lipia ukh?

Iy ka, pengennya gitu. Tapi ana terlambat.

Gak apa-apa de. Berarti rezeki ana setahun ini. Bisa belajar dari anti… 😍😘

*jingkrak-jingkrak*

View on Path

Tetaplah di jalan ini

Tetaplah di jalan ini

Jalan yang membuat Rasulullah bersabar menghadapi kekufuran. Tiada pernah marah meskipun ujian mental dan fisik begitu deras menerpa. Tiada mendendam disaat diperlakukan sangat menyakitkan. Ia yang mengajarkan kita bahwa Allah akan tetap bersama hambaNya yang bersabar.

Jalan yang membuatnya mengetahui, orang-orang yang paling dicintai. Sahabat yang senantiasa membersamai. Mereka yang saling berjanji dalam ketaatan, penggenggam kunci cahaya Islam. Pembakar semangat tauhid kepada seluruh penduduk bumi. Mereka yang paling taqwa. Lembut dalam menyampaikan kalam illahi. Keras terhadap kemunkaran yang akan memasuki celah kekosongan hati. Namun senantiasa rendah hati dalam menyembunyikan kebaikan. Mereka Ridha kepada Allah, Allah pun Ridho terhadap mereka.

Jalan yang membuatnya kuat membangun peradaban baru. Zaman terbaik dalam naungan Illahi. Dengan kekuatan Ruhiyah yang meng-akar. Bersama kecerdasan mengelola diri dan orang lain. Dengan daya dan upaya terbaik. Ikhlas menjalani, sepenuh Ridha dihati, menuju jannah Illahi.

Jalan yang membuatnya dan para sahabat senantiasa mencintai dalam ketaatan.
Dalam lingkaran ukhuwah Islamiyah.

Sesungguhnya Engkau tahu
Bahwa hati ini telah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahayamu
Yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
Dengan karunia iman
Dan indahnya tawakal padaMu
Hidupkan dengan ma’rifatMu
Matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

141016
Iradah Dwi Putriani

View on Path